30 Mar 2012

Download Emergency 2012 Full Version + Crack

Download HamsterBall 3.6 Full - Portable

Download Ncesoft Flip Book Maker 2.8.1.0 - Full Serial

Download Resident Evil 5 - Full Crack

Cara Melihat Kerusakan Hardisk Rusak bad sector Dengan Hard Disk Sentinel Pro 3.70 Full Version

Download Game Scooby-Doo! : First Frights For PC

Download Nero Multimedia Suite Platinum HD 11 + Patch + Key

Siapa yang tak kenal Nero, software yang terkenal dengan software untuk burning CD/DVD ini memang sangat digemari oleh kebanyakan orang.Namun rasanya kurang mantap jika Nero kita gunakan hanya untuk urusan Burning saja. Dengan Nero 11 Platinum HD ini anda bukan hanya bisa memburning CD/DVD melainkan bisa anda gunakan untuk Convert, Edit Video, Desain Cover, Backup, dan sebagainya.
Screenshot :
Download (Via Mediafire = 1 GB : 6 Part)
 
 
Jangan lupa download Patch-nya untuk aktivasi :

Download Football Manager 2012 + Update 12.0.4 + Crack

Download Angry Birds Seasons 2.0.0 (Cracked) + Serial

Download Call of Duty : Modern Warfare 3 (Repack) + Fix Crack

Download Need For Speed : The RUN (Repack) + Fix Crack

Download Game Naruto Shippuden Dragon Blade Chronicles Full Version 2011

Download aplikasi Billing Warnet Gratis

Tips Penguat Sinyal 3G GSM Dengan Antena Sendok Dapur

Tips Dan Cara memperbaiki Flashdisk 0 Byte





Untuk memperbaiki Flashdisk yang terbaca 0 byte seperti pada gambar diatas, saya menggunakan program HP USB Disk Storage Format Tool. Sesuai namanya program ini pada dasarnya adalah tool untuk memformat Flashdisk, berikut adalah Tips Dan Cara memperbaiki Flashdisk 0 Byte :
1. Download HP USB Disk Storage Format Tool disini
2. Silahkan install program HP USB Disk Storage Format Tool tersebut.
3. Masukkan Flashdisk ke port USB komputer
4. Jalankan aplikasi HP USB Disk Storage Format Tool
5. Tentukan drive tempat Flashdisk yang terbaca 0 byte tersebut terpasang,
6. Pilih File System yang diinginkan, Flashdisk umumnya diformat dengan File system FAT32.
7. Klik Start untuk mulai memformat Flashdisk tersebut.
8. Apabila muncul jendela peringatan, klik saja Yes.


OK. Sampai di sini dulu postingan Tips Dan Cara memperbaiki Flashdisk 0 Byte ini semoga bermanfaat dan Selamat mencoba..

Sumber : http://sandydoank12.blogspot.com

Tips Dan Trik SMS Gratis XL Terbaru Update 16 Maret 2012

Tips Dan Cara Download Driver Yang Belum Terinstall Di PC Atau Laptop

Download Game Call of Duty: Modern Warfare 3 Untuk PC Gratis

Download Gratis Kumpulan Game Ps1 Portable PC Game

Arti Pada Masalah Blue Screen Dan Penyebab Di Windows Eror(Layar Warna Biru)

29 Mar 2012

New PES 2012 Update Patch 2.5.1 Full Transfer Pemain

Wah sudah lama saya tidak posting ya,,, maklum lagi liburan... hehe. Walaupun liburan udah kelar tapi hiburan kudu tetep jalan biar ga stres donk. Nah, buat pecinta PES 2012, Pesedit.Com minggu lalu merilis patch terbarunya yaitu Patch 2.5.1. Dimana pada patch ini beberapa grup telah disempurnakan pemainnya, wajahnya, serta sepatunya. Silahkan yang mau PES-nya lebih uptodate. Cekidot.
Screenshot (Pesedit.com) :
Download PES 2012 Patch 2.5 :
Download juga Patch 2.5.1 (Fix) biar lebih mantep :
Bagi yang bermain Online, silahkan download FIX Online-nya :
New Features :
  • Added PES 2012 Patch 1.03 → online compatibility
  • New boots: Nike CTR Maestri II, Nike Mercurial Vapor Superfly III, Nike Tiempo Legend IV
  • New faces: 200 new faces for all big leagues
  • New kits: Barcelona, Brugge, Everton, Fulham, Gent, Hannover, Inter, Italy, QPR
  • Updated kitserver to version 12.2.2
  • New team: Spartak Moscow
Cara Install :
  1. Download semua Patch 2.5 - Ekstrak dengan WinRAR (Otomatis bergabung)
  2. Install Patch 2.5 seperti biasa
  3. Download Patch 2.5.1 (Fix) - Ekstrak dengan WinRAR
  4. Install Patch 2.5.1 seperti biasa juga
  5. Download "unnamed_1831.bin" - Copy / Simpan di Folder kitserver
    *\kitserver\pesedit-ol\img\dt0f.img
  6. Download "unnamed_34.bin" - Copy / Simpan di Folder kitserver
    * \kitserver\pesedit-ol\img\dt04.img
  7. Selamat Bermain

Download Kumpulan Dan Koleksi Game PS2 Untuk PC

28 Mar 2012

BRAHMASTRA - SENJATA NUKLIR PERADABAN WEDA

Baru-baru ini saya membaca sebuah artikel dalam suatu web bernama erabaru.or.id mengenai peradaban India yang musnah, terutama mengenai perang nuklir yang terjadi saat perang Mahabharata. Hal ini mengingatkan saya dengan Sloka-sloka yang ada dalam Srimad Bhagavatam dan penjelasan Srila Prabupada mengenai persenjataan mutakhir yang digunakan saat perang pada masa peradaban Veda. Hal ini membuktikan bahwa peradaban Veda yang dipaparkan dalam Srimad bhagavatam benar-benar pernah terjadi, dan peradaban tersebut jauh lebih mutakhir dari pada yang pernah diketahui oleh para ilmuwan modern.alamat web tersebut bukan alamat web tentang India ataupun tentang Hindu, melainkan suatu web untuk pengetahuan umum. Berikut ini adalah artikel yang telah saya baca dari web tersebut
Peradaban India Kuno yang Musnah
(Erabaru.or.id) - Mahabharata, adalah sebuah wiracarita India kuno yang terkenal, berbahasa Sansekerta, yang melukiskan tentang konflik keturunan Pandu dan Dritarastra dalam memperebutkan takhta kerajaan. Bersama dengan Ramayana disebut sebagai 2 besar wiracarita India, yang ditulis pada tahun 1500 SM, dan hingga kini sudah sampai sekitar lebih dari 3.500 tahun. Fakta sejarah yang dicatat dalam buku tersebut, masanya juga lebih awal 2.000 tahun dibanding penyelesaian bukunya, artinya peristiwa yang dicatat dalam buku,kejadiannya hingga kini kira-kira telah lebih dari 5.000 tahun yang silam.
Buku ini telah mencatat kehidupan dua saudara sepupu yakni Kurawa dan Pandawa yang hidup di tepian sungai Gangga, serta dua kali perang hebat antara kerajaan Alengka dan Astina. Namun yang membuat orang tidak habis pikir, kenapa perang pada masa itu begitu dahsyat? Dengan menggunakan teknologi perang tradisional, tidak mungkin bisa memiliki kekuatan yang begitu besar. Spekulasi baru dengan berani menyebutkan perang yang dilukiskan tersebut, kemungkinan adalah semacam perang nuklir!
Perang pertama kali dalam buku catatan dilukiskan seperti berikut ini: bahwa Arjuna yang gagah berani, duduk dalam Weimana (sarana terbang yang mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal, roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh, seperti hujan lebat yang kencang, mengepungi musuh, kekuatannya sangat dahsyat. Dalam sekejap, sebuah bayangan yang tebal dengan cepat terbentuk di atas wilayah Pandawa, angkasa menjadi gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi, kemudian badai angin yang dahsyat mulai bertiup, wuuus.... wuuus...., disertai dengan debu pasir, burung-burung bercicit panik... seolah-olah langit runtuh, bumi merekah. Matahari seolah-olah bergoyang di angkasa, panas membara yang mengerikan yang dilepaskan senjata ini, membuat bumi bergoncang, gunung bergoyang, di kawasan darat yang luas, binatang-binatang mati terbakar dan
berubah bentuk, air sungai kering kerontang, ikan udang dan lainnya semuanya mati. Saat roket meledak, suaranya bagaikan halilintar, membuat prajurit musuh terbakar bagaikan batang pohon yang terbakar hangus.
Jika akibat yang ditimbulkan oleh senjata Arjuna bagaikan sebuah badai api, maka akibat serangan yang diciptakan oleh bangsa Alengka juga merupakan sebuah ledakan nuklir dan racun debu radioaktif.
Gambaran yang dilukiskan pada perang dunia ke-2 lebih membuat orang berdiri bulu romanya dan merasa ngeri: pasukan Alengka menumpangi kendaraan yang cepat, meluncurkan sebuah rudal yang ditujukan ke-3 kota pihak musuh. Rudal ini seperti mempunyai segenap kekuatan alam semesta, terangnya seperti terang puluhan matahari, kembang api bertebaran naik ke angkasa, sangat indah. Mayat yang terbakar, sehingga tidak bisa dibedakan, bulu rambut dan kuku rontok terkelupas, barang-barang porselen retak, burung yang terbang terbakar gosong oleh suhu tinggi. Demi untuk menghindari kematian, para prajurit terjun ke sungai membersihkan diri dan senjatanya.
Spekulasi perang Mahabharata sebagai perang nuklir diperkuat dengan adanya penemuan arkeologis. Para arkeolog menemukan banyak puing-puing yang telah menjadi batu hangus di atas hulu sungai Gangga yang terjadi pada perang seperti yang dilukiskan di atas. Batu yang besar-besar pada reruntuhan ini dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Jika ingin melebur bebatuan tersebut, dibutuhkan suhu paling rendah 1.800 C. Bara api yang biasa tidak mampu mencapai suhu seperti ini,hanya pada ledakan nuklir baru bisa mencapai suhu yang demikian.
Di dalam hutan primitif di pedalaman India, orang-orang juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus. Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batuan di dalam bangunan juga telah dikacalisasi. Selain di India, Babilon kuno, gurun sahara, dan guru Gobi di Mongolia juga telah ditemukan reruntuhan perang nuklir prasejarah. Batu kaca pada reruntuhan semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini.
Semua temuan arkeologis ini sesuai dengan catatan sejarah yang turun-temurun, kita bisa mengetahui bahwa manusia juga pernah mengembangkan peradaban tinggi di India pada 5.000 tahun silam, bahkan mengetahui cara menggunakan reaktor nuklir, namun oleh karena memperebutkan kekuasaan dan kekayaan serta menggunakan dengan sewenang-wenang, sehingga mereka mengalami kehancuran.
Sebagai perbandingan, reaktor nuklir pada 2 miliar tahun silam pernah dimanfaatkan di Oklo, Afrika Selatan. Manusia dapat memanfaatkan nuklir untuk tujuan damai, sekaligus memanfaatkan topografi alam menimbun limbah nuklir, peradaban materiil taraf tinggi ini jelas dikembangkan melalui peradaban jiwa yang relatif tinggi, beroperasi selama 500 ribu tahun, mewakili perdamaian dan kemakmuran 500 ribu tahun. Kalau tidak, penggunaan senjata nuklir yang saling menyerang seperti wiracarita yang dilukiskan dalam peradaban India kuno, mungkin jika tidak hancur dalam 50 tahun, akan mengalami penghancuran dengan sendirinya!
Teknologi reaktor nuklir pada manusia modern baru beberapa dasawarsa saja ditemukan, hanya demi masalah limbah nuklir saja telah berdebat tiada henti, apalagi memperdebatkan yang lainnya, kita benar-benar harus merasa malu dengan manusia zaman prasejarah untuk hal seperti ini.
(Sumber: Dajiyuan)
Penjelasan Berdasarkan Srimad Bhagavatam
Srimad Bhagavatam atau lebih dikenal dengan Bhagavata Puranan merupakan salah satu dari Puranan yang utama dan Purana yang tertinggi karena menyangkut tentang kegiatan suci Tuhan yang Maha Esa, Sri Krishna yang di kompilasi secara langsung oleh kepribadian Agung yaitu Srila Vyasa Deva (Bhgavan Byasa).
Berikut ini merupakan pemaparan dari Sloka-sloka Srimad Bhagavatam serta beberapa penjelasan dari Prabhupada mengenai senjata Mutakhir tersebut.
Srimad Bhagavatam 1.7.19
Yadasaranam atmanam aiksata sranata-vajinam
Astram Brahma-siro mene atma-tranam dvijatamah
“Pada waktu Putra Brahmana itu (Asvatthama,putra kesayangan Guru Drona) melihat bahwa kuda-kudanya sudah lelah, dia menganggap tidak ada pilihan lain untuk perlindungan selain dia menggunakan senjatanya yang paling ampuh, yaitu Brahmastra (senjata nuklir pada masa itu)”
Disini dijelaskan bahwa senjata nuklir tersebut bernama Brahmastra, bukan Gandewa atau Gandhivaseperti yang di jelaskan dalam web tersebut. Gandiva merupakan busur Arjuna yang terkenal. Ini dijelaskan dalam Bhagavad Gita 1.29 “seluruh badan saya gemetar, dan bulu roma berdiri. Busur Gandiva terlepas dari tangan saya, dan kulit saya terasa terbakar”.
Menurut penjelasan Prabhupada, senjata nuklir tersebut yang bernama Brahmastra, hanya digunakan dalam menghadapi persoalan yang paling hebat atau mendesak saja atau untuk pertahanan diri (self defence). Disini dijelaskan dalam keadaan bagaimana senjata nuklir tersebut digunakan.
Srimad Bhagavatam 1.7.20
Athopasprsya salilam sandhadhe tat samahitah
Ajanann api samharam prana-krcchra upasthite
“Oleh karena nyawa Asvatthama terancam, dia menyentuh air dalam kesucian dan memusatkan pikiran dalam membacakan mantra-mantra untuk melemparkan senjata nuklir, walaupun dia tidak mengetahui cara menarik kembali senjata-senjata seperti itu”.
Meurut penjelasan Srila Prabhupada, sloka ini menjelaskan metode dalam pengaktifan senjata nuklir tersebut (brahmastra) melalui mantra-mantra. Jadi disni dijelaskan proses pembuatan senjata nuklir tersebut melalui mantra-mantra khusus tidak dengan proses kimia, fisika dan teknologi yang kita ketahui sekarang.
Srimad Bhagavatam 1.7.21
Tatah praduskrtam tejah pracandam sarvato disam
Pranapadam abhipreksya visnum jisnur uvaca ha
“kemudian cahaya yang menyilaukan terpancar ke segala penjuru. Cahaya itu begitu ganas sampai arjuna berpikir nyawanya sendiri terancam, dank arena itu dia mulai berbicara kepada Sri Krsihna”.
Srimad Bhagavtam 1.7.26
Kim idam svit kuto veti deva-deva na vedemy aham
Sarvato mukham ayati tejah parama-darunam
“O Dewa segala dewa (Sri Krishna), bagaimana sampai cahaya yang berbahaya ini menyebar ke mana-mana?cahaya ini dating darimana?saya tidak mengerti.”
Disini dijlasakan bahwa bagaimana efek Brahmastra tersebut sama seperti efek yang disebabkan senjata nuklir atau senjata bom atom pada masa modern. Menurut berbagai sumber yang pernah saya baca mengenai kesaksian korban Hirosima, megatakan bahwa cahaya bom yang dijatuhkan tentara Amerika tersebut seperti matahari yang jatuh kedunia. Adapula yang mengatakan cahaya bom atom Hirosima seperti seribu cahaya matahari dan sangat menyilaukan.
Srimad Bhagavatam 1.7.27
Sri-bhagavan uvaca
Vetthedam drona-putrasya brahmam astram pradarsitam
Naivasau veda samharam prana-badha upasthite
Kerpibadian Tuhan Yang Maha Esa (Sri Krishna) bersabda: “ketahuliah dariKu bahwa ini perbuatan putra Drona. Dia sudah melemparkan mantra-mantra tenaga nuklir (Brahmastra), dan dia tidak mengetahui cara menarik kembali cahayanya yang menyilaukan. Dia berbuat demikian karena dalam keadaan tidak berdaya, karena rasa takut maut akan tiba dalam waktu dekat.”
Meurut penjelasan Prabhupada, Brahmastra mirip dengan senjata nuklir modern yang diatur oleh tenaga atom. Tenaga atom bekerja sepenuhnya pada prinsip pembakaran yang sempurna, demikian pula prinsip kerja Brahmastra. Brahmastra menciptakan suhu panas yang tidak bisa ditahan yang mirip dengan radiasi tenaga atom. Akan tetapi, perbedaan antara Brahmastra dan senjata nuklir modern adalah bahwa bom atom adalah senjata nuklir kasar, sedangkan Brahmastra adalah senjata jenis halus yang dihasilkan dari membacakan mantra-mantra. Prabhupada melanjutkan kembali penjelasan beliau, Ilmu Brahmastra memang ilmu yang lain, dan pada zaman purbakala, ilmu itu dikembangkan di tanah Bharatavarsa. Ilmu membacakan mantra-mantra yang bersifat halus juga bersifat material, tetapi belum dikuasai oleh para ilmuwan modern. Orang yang mempelajari atau membacakan mantra untuk mengelurkan Brahmastra juga mengetahui cara
menariknya kembali. Tetapi disini Asvatthama tidak mengetahui cara menarik kembali senjata tersebut.
Srimad Bhagavatam 1.7.28
Na hy asyanyatamam kincid astram pratyavakarsanam
Jahy astra-teja unnaddham astra-jno hy astra-tejasa
“O Arjuna, hanya Brahmastra lain yang mampu menangkis senjata ini. Oleh karena engkau ahli dalam ilmu militer, taklukkan cahaya senjata ini dengan kekuatan senjatamu sendiri.”
Prabhupada menjelaskan, tidak ada senjata penangkis yang mampu menetralisir efek dari bom atom. Tetapi senjata Brahmastra dapat ditangkis melalui ilmu yang halus pula, dan para ahli militer pada masa itu mampu mengaksi Brahmastra. Putra Drona tidak menguasai ilmu menangkis senjata, dank arena itu, Arjuna diminta menangkisnya melalui kekuatan senjatanya sendiri.
Dalam sloka ini dan penjelasan prabhupada, diketahui bahwa pada masa zaman Mahabharata, terdapat ilmu pula ilmu militer atau ilmu politik. Yang sangat menguasai ilmu militer dalam sloka ini disebutkan adalah Arjuna “astra-jnah”, ahli dalam ilmu militer’.
Srimad Bhagavatam 1.7.30
Samhatyanyonyam ubhayos tejasi sara-samvrte
Avrtya rodasi kham ca vavrdhate rka-vahnivat
“ketika sinar kedua Brahmastra itu bergabung, lingkaran api yang besar, seperti bola matahari, menutupi seluruh antariksa dan seluruh langit penuh planet-planet.”
Srimad Bhagavatam 1.7.31
Drstvastra-tejas tu tayos tril lokan pradahan mahat
Dahyamanah prajah sarvah samvartakam amamsata
“seluruh penduduk ketiga dunia terbakar oleh panas gabungan senjata-senjata itu. Semua insane diingatkan tentang api samvartaka yang terjadi pada waktu peleburan alam semesta”
Disni dijelaskan tentang kekuatan dari Brahmastra yang begitu dhasyat shingga mengeluarkan panas yang begitu luar biasa. Menurut penjelasan Prabhupada< panas yang disebabkan oleh cahaya ledakan Brahmastra menyerupai api yang keluar dari bola matahari pada saat peleburan jagat. Radiasi tenaga atom kecil sekali di bandingkan dengan panas yang dihasilkan oleh Brahmastra. Ledakan Brahmastra dikatakan seperti suhu panas yang terjadi pada waktu alam semsta dileburkan. Oleh karena itu dijelaskan dalam artikel pada web tersebut terdapat bukti-bukti bahwa adanya radiasi bom nuklir yang terjadi pada zaman Mahabharata, 5.000 tahun yang lalu.

11 Mar 2012

7 Mar 2012

3 Mar 2012

Tips Dan Cara Cepat memperbaiki kerusakan Sistem pada Windows


Tips Dan Cara Cepat memperbaiki kerusakan Sistem pada Windows


1. Memperbaiki Instalasi (Repair Install)

Jika Windows XP Anda rusak (corrupted) dimana Anda tidak mempunyai sistem operasi lain untuk booting, anda dapat melakukan perbaikan instalasi (Repair Install) yang bekerja sebagaimana setting (pengaturan) yang awal.

  1. Pastikan Anda mempunyai kunci (serial key) Windows XP yang valid.
  2. Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 atau 1 jam, tergantung spek komputer Anda.
  3. Jika Anda dimintai password administrator, sebaiknya Anda memilih opsi perbaikan (repair) yang kedua, bukan yang pertama.
  4. Masukkan CD Windows XP Anda dan lakukan booting dari CD tersebut.
  5. Ketika sudah muncul opsi perbaikan kedua R=Repair, tekan tombol R. Ini akan memulai perbaikan.
  6. Tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya "I Agree at the Licensing Agreement"
  7. Tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya C:\WINDOWS
  8. Selanjutnya akan dilakukan pengecekan drive C: dan mulai menyalin file-file.
  9. Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biarkan CD Anda dalam drivenya.
  10. Berikutnya Anda akan melihat sebuah gambar "progress bar" yang merupakan bagian dari perbaikan,
  11. Dan nampak seperti instalasi XP normal biasanya, meliputi "Collecting Information, Dynamic Update, Preparing Installation, Installing Windows, Finalizing Installation".
  12. Ketika ditanya, klik tombol Next
  13. Ketika ditanya untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (serial key) Windows XP Anda yang valid.
  14. Normalnya Anda menginginkan tetap berada dalam nama Domain atau Workgroup yang sama.
  15. Komputer akan restart.
  16. Kemudian Anda akan mempunyai layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem ketika instalasi normal.
  17. Register jika Anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).
  18. Selesai
Sekarang Anda bisa log in dengan account Anda yang sudah ada.


2. NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapati pesan error bahwa "NTOSKRNL not found" / NTOSKRNL tak ditemukan, lakukan:
  1. Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  2. Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  3. Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai. Biasanya #1
  4. Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada.
  5. Tulis: CD i386
  6. Tulis: expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe
  7. Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.
  8. Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

3. HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapatkan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll, ada kemungkinan file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi (misconfigured).

  1. Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  2. Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  3. Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai. Biasanya #1
  4. Tulis: bootcfg /list
  5. Menampilkan isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini
  6. Tulis: bootcfg /rebuild
  7. Memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI
  8. Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

4. Direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang

Jika Anda mendapatkan error dengan tulisan:

"Windows could not start because the following files is missing or corrupt
\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE"

  1. Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  2. Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  3. Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai. Biasanya #1
  4. Masukkan password administrator jika diperlukan.
  5. Tulis: cd \windows\system32\config
  6. Berikutnya tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
  7. Tulis: ren software software.rusak ATAU ren system system.rusak
  8. Berikutnya lagi juga tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
  9. Tulis: copy \windows\repair\system
  10. Tulis: copy \windows\repair\software
  11. Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

5. NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not Found)

Jika Anda mendapati error bahwa NTLDR tak ditemukan saat booting:

a. Untuk partisi tipe FAT
  1. Silakan Anda melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR atau NTDETECT.COM dari direktori i386 ke drive induk/akar (root) C:\
  2. Untuk advanced user, anda juga bisa memakai Linux LiveCD atau Caldera-DOS

b. Untuk partisi tipe NTFS
  1. Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
  2. Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
  3. Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai. Biasanya #1
  4. Masukkan password administrator jika diperlukan.
  5. Masukkan perintah berikut, dimana X: adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikan!).
  6. Tulis: COPY X:\i386\NTLDR C\:
  7. Tulis: COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\
  8. Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

2 Mar 2012

TRANSFORMERS (PC)

Veda berarti pengetahuan. Ia adalah pengetahuan lengkap dan sempurna tentang jagat-raya dan segala makhluk penghuninya. Ia juga mencakup pengetahuan tentang masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Karena itu, kemunculan para nabi dan rasul dimasa lalu dalam masa Kali-Yuga yang kini sedang berlangsung, telah disebutkan dalam Veda.

Mengenai kemunculan Nabi Isa atau Jesus yang juga dipanggil Isa Al Masih, Veda menyatakan sbb. “Kemudian di masyarakat kaum mleccha muncul Isa putra Kumari dan mengajarkan pengetahuan rohani kepada orang-orang Amalika. Dikatakan lebih lanjut, Pada usia 13 th. Isa pergi ke India dan kemudian ke Himalaya. Disana ia melaksanakan pertapaan dibawah bimbingan para rishi dan siddha-yogi sehingga ia secara rohani menjadi matang. Setelah itu ia kembali ke Palestina untuk mengajarkan pengetahuan rohani kepada bangsanya”. (Bhavisya-Purana, Pratisarga Parva, Khanda 3, ayat 16-33)”.

Di dalam Bible (Injil) tidak disebutkan kemana dan dimana Jesus berada ketika berusia 13 sampai 29 th. Masa 17 tahun menghilangnya ini disebut “The lost years of Jesus Christus”. Dan ternyata selama periode itu Jesus tinggal di India.

Dalam bukunya “The Unknown Life Of Jesus Christ” yang terbit tahun 1894, wartawan Rusia Nicolas Notovich menjelaskan bahwa selama masa hilang itu Jesus tinggal di India dan kemudian di Tibet. Fakta ini diketahui dari naskah-naskah kuno yang dia temukan tahun 1882 di biara Himis, 25 mil dari Leh, ibu kota Ladakh di Tibet. Dikatakan bahwa naskah-naskah kuno itu berasal dari India dalam bahasa Sanskerta, lalu diterjemah kan kedalam bahasa Pali dan selanjutnya ke bahasa Tibet.



Dalam bukunya “In Kashmir And Tibet”, Svami Abhedananda membenarkan temuan Notovich ketika dia mengunjungi Tibet tahun 1922. Dia datang langsung ke Leh di Tibet dan mendapat penjelasan dari para Lama yang memperlihatkan naskah-naskah kuno dalam bahasa Tibet tentang keberadaan Jesus di India dan Tibet dimasa lalu.

Dalam bukunya “Heart Of Asia”, Nicolas Roerich menjelaskan bahwa ada banyak ceritra tentang Jesus yang dia dapatkan dari berbagai masyarakat selama melakukan perjalanan dari tahun 1924 sampai dengan tahun 1928 ke Asia Tengah (Sikkim, Punyab, Kashmir, Ladakh, Karakorum, Khotan, Kashgar, Kareshahr, Urumci, Irtysh, Altai, dsb). “Semua berceritra bahwa Jesus dahulu pernah kesana, dan bahwa ia memiliki kemampuan melakukan hal-hal ajaib”, begitu Roerich menyimpulkan. Selanjutnya, dalam bukunya “Himalaya”, Nicolas Roerich mengutip isi naskah kuno Tibet berusia 1500 tahun yang menjelaskan bahwa pada usia 13 tahun Jesus secara diam-diam meninggalkan orang-tuanya dan pergi ke India bersama para pedagang guna menyempurnakan diri secara spiritual dan mempelajari hukum-hukum Buddha.



Pada tahun 1939 guru musik Elizabeth G Caspari beserta suami Charles, dibimbing oleh rohaniwan Clarence Gasque, pergi ke pegunungan Kailash di Himalaya dan terus ke Tibet. Di Ladakh Caspari dan Gasque diperlihatkan tiga gulungan naskah kuno oleh petugas perpustakaan biara dan dua bikhu. Mereka berkata kepadanya, “Buku-buku ini menerangkan bahwa Jesus anda dahulu tinggal disini”, dan terus membacakan Injil Johanes. Caspari dan Gasque tertegun mendengarnya.

Tahun1951 Hakim Agung Amerika Serikat William O Douglas pergi ke Himis. Dalam bukunya, “Beyond The High Himalaya”, dia menulis, “Penduduk setempat masih percaya bahwa Jesus pernah tinggal di tempat mereka (Himis). Ia datang ketika berusia 14 tahun, kemudian pergi kearah barat pada usia 28 tahun dan sejak itu tidak ada lagi beritanya. Mereka berkata bahwa sewaktu tinggal di Himis, Jesus dikenal dengan nama Isa”.



Tahun 1975 Robert S Ravics, Professor Anthropology at State California University pergi ke Leh, ibu kota Ladakh di Tibet. Pada kunjungan berikutnya, oleh seorang teman, dia diberitahu bahwa seorang Tabib setempat menyatakan bahwa di dalam biara dekat disana tersimpan naskah-naskah kuno yang menjelaskan bahwa Jesus pernah tinggal di Himis. Juga Ravics diberitahu oleh orang-orang terhormat setempat bahwa Jesus pernah tinggal di Tibet.

Seorang petualang bernama Edward F Noack dari Sacramento Californis USA bersama istrinya Helen telah mengunjungi Asia Tengah (Tibet, Nepal, Sikkim, Bhutan, Ladakh, Afganistan, Balukistan dan Turkestan) sebanyak 18 kali. Dan mereka sudah 4 kali ke Leh, ibu kota Ladakh. Ketika berada di Himis tahun 1970-an, seorang Lama memberitahu mereka bahwa ada naskah-naskah kuno yang menceritrakan perjalanan Jesus ke Ladakh tersimpan disatu ruangan dalam biara terdekat.

Kesaksian orang-orang tersebut diatas berdasarkan naskah-naskah kuno dan ceritra penduduk tentang kisah perjalanan Jesus di India dan Tibet, ditunjukkan oleh peta berikut.



Ketika Isa (sebutan Jesus dalam naskah-naskah kuno) berumur 13 tahun banyak orang kaya dan bangsawan berkunjung ke rumahnya karena mereka ingin Isa jadi menantunya. Lalu Isa diam-diam meninggalkan orang tuanya (karena tidak mau menikah). Dan bersama para pedagang Isa lalu pergi ke India dengan tujuan menyempurnakan diri secara rohani sesuai perintah Tuhan dan mempelajari hukum-hukum Buddha.

Ketika berusia 14 tahun, Isa tinggal di Sind, dan disana orang-orang Jaina minta agar ia tetap tinggal bersama mereka. (Tetapi Isa menolak) dan melanjutkan perjalanan ke Jaggernaut (=Jagannatha-puri) di Orissa. Disana ia disamput hangat oleh para brahmana. Mereka mengajarkan Isa tata-cara mempelajari dan mengerti Veda, mengajarkan Veda dan menyembuhkan penyakit dengan doa (=mantra) dan mengusir roh jahat yang mengganggu jasmani mereka yang kesurupan.



Isa tinggal selama 6 tahun di Jaggernaut, Rajagriha, Benares dan kota-kota suci lainnya di India. Penduduk yang tergolong sudra dan vaisya amat senang kepadanya. Oleh karena tidak mematuhi petunjuk agar tidak bergaul dengan orang sudra dan vaisya dan mengajarkan Veda kepada mereka, parabrahmana dan ksatriya lalu memusuhinya.

Disamping itu, Isa menolak banyak ayat Veda yang menjelaskan tentang Tuhan, makhluk hidup dan alam material. Dan ia sangat menentang pemujaan arca-vigraha Tuhan (yang dianggap berhala).

Oleh karena kini para brahmana telah menganggap Isa merusak ajaran Veda, lalu mereka berencana membunuhnya. Seorang sudra memberitahu Isa tentang rencana mereka, dan Isa meninggalkan Jaggernaut di malam hari. Kemudian Isa tiba di Gautamida (=Kapilavastu), tempat kelahiran Buddha. Orang-orang dengan ramah menyambut kedatangannya disana.

Di Gautamida Isa belajar bahasa Pali dan ajaran Buddha. Enam tahun kemudian Isa secara resmi diangggap guru kerohanian. Kemudian ia meninggalkan daerah Nepal dan Himalaya, terus pergi ke Rajputana, lalu ke-arah barat dan menyebarkan ajarannya kepada penduduk yang ditemuinya.

Isa sampai di Persia dan penduduk setempat dengan ramah menyambutnya. Tetapi para pemuka agama setempat men-curigainya, sebab ia mengajarkan amanat rohani yang tidak cocok dengan ajaran Zoroaster. Mereka kemudian membawa Isa keluar tembok kota dan meninggalkannya sendirian di tempat sunyi agar dimangsa binatang buas. Tetapi Isa selamat melanjutkan perjalanannya ke arah barat dan akhirnya tiba di Palestina/Israel pada usia 29 tahun.

Kitab Al Quran menyatakan bahwa Jesus tidak mati dipalang salib. Ia mengungsi dari Palestina setelah penyaliban, tidak pula naik ke langit melainkan pergi keluar negerinya sendiri karena diselamatkan Tuhan. Dikatakan, “Kami telah mengungsikan Jesus dan ibunya ke satu tempat yang tinggi (Al-Mukminum 23.50)”. Menurut hadits Nabi, Jesus hidup selama 120 tahun.



Isa termasuk anggota paguyuban Essena di Jerusalem. Pada tahun 1873 ditemukan satu naskah kuno yaitu surat yang ditulis oleh seorang anggota Essena kepada sahabatnya di Alexandria, Mesir. Naskah kuno ini diterbitkan dalam bahasa Inggris tahun 1907. Di dalam surat itu dinyatakan bahwa setelah disalib, Jesus tetap hidup.

Tahun 1957 Kurt Berna, Sekretaris German Institute, menerbitkan buku “Yesus Nicht am Kreuz gestorben (Jesus tidak wafat di kayu salib)” berdasarkan hasil-hasil pemeriksaan seksama para pakar yang meneliti kain Kafan Turin yang dahulu dipakai membungkus tubuh Jesus setelah disalib. Lalu Panitia peneliti Kafan Turin yang dibentuk oleh Vatikan tahun 1969 mengumumkan hasil sama : Jesus tidak mati disalib.

Didalam Bible sendiri dikatakan bahwa Jesus datang (ke Bhumi) guna mencari 12 domba (=suku) Israel yang sesat dan sebagian besar hidup di negeri bagian timur dunia.

Kepada para muridnya, Jesus berkata, “Adalagi padaku domba lain yang bukan masuk kandang domba ini, maka sekalian itu juga wajib ku bawa dan domba-domba itu kelak mendengar suaraku, lalu menjadi sekawan dan gembalanya seorang saja (Yahya 10.16)”. Ini berarti setelah selamat dari penyaliban, Jesus pergi ke negeri Timur untuk mencari suku-suku Israel yang hilang (tersesat) dan mengajarkan mereka amanat rohani yang dibawanya. Dan ternyata memang demikianlah kejadiannya.

Pernyataan Al Quran bahwa Jesus dan ibunya Maria diungsikan oleh Tuhan ke tempat yang tinggi (AL Mukminum 23.50), berdasarkan bukti-bukti pisik yang ditemukan, jelas yang dimaksud “tempat tinggi” adalah daerah Kashmir di India. Sebab dikatakan lebih lanjut bahwa “tempat tinggi” itu aman, indah dan memiliki banyak mata air. Ini cocoksekali dengan suasana alam Kashmir yang bergunung-gunung dengan pemandangan damai nan indah dan mata air melimpah.

Bahwa Jesus tinggal di Kashmir setelah selamat dari penyaliban, diungkapkan dalam Veda (Bhavisya-Purana) yaitu kisah pertemuannya dengan Raja Shalivahana (=Shalevahin), cucu Raja Vikramaditya, di daerah Huna (dekat kota Srinagar di Kashmir sekarang) yang menjadi wilayah Kerajaannya. Percakapan mereka adalah sebagai berikut; “ko bhavanithi tvam praha sakovaca madanvita isa putram ca mam vidhi kumari garbha sambhavam aham isa masiha nama, Sang Raja bertanya, “Bolehkah saya tahu siapa anda?” Dengan riang yang ditanya menjawab, “Ketahui lah saya adalah putra Tuhan yang lahir dari rahim wanita perawan dan saya dikenal dengan nama Isa Al Masih (Bhavisya-purana, Skanda III Bab 2 sloka 26-27)”.

Lebih lanjut Jesus menjelaskan tentang dirinya, “Wahai sang Raja, saya datang dari negeri jauh dimana kebenaran tidak bisa tinggal lama dan kejahatan sudah merajalela tanpa batas. Saya lahir di masyarakat Amalakit sebagai Al Masih. Karena saya lah orang-orang jahat dan ber dosa menderita, dan saya juga menderita ditangan mereka ( Bhavisya-purana, Skanda III, Bab 2, sloka 29-30)”.





Dikisahkan bahwa ketika Jesus kembali ke India (Kashmir sekarang), ia datang bersama ibunya Maria dan sejumlah pengikutnya. Penduduk setempat menyebut Jesus dengan nama Yuz Asaf, sebab ia akhli menyembuhkan orang-orang sakit (Yuz = pemimpin,akhli, Azaf = tersembuhkan). Jadi Yuz Asaf berarti pemimpin orang-orang yang telah disembuhkan.

Dalam buku “Acts Of Thomas” diceritrakan tentang perjalanan Jesus beserta Thomas di Pakistan (yang pada waktu itu bernama Taxila) dan kunjungan mereka ke istana Raja Gandapura (=Gundafor) tahun 47 Masehi.

Kira-kira 40 km selatan Srinagar terdapat dataran rendah nan luas yang disebut Yuz-marg, padang rumput Jesus. Disinilah beberapa suku Israel bermukim sekitar tahun 722 sebelum masehi. Mereka hidup sebagai gembala/peternak yang sampai saat ini menjadi mata pencaharian penduduk di daerah itu.



Kira-kira 170 km barat kota Srinagar ada kota kecil bernama Mari. Di kota kecil ini terdapat makam ibunda Jesus, makam tua yang disebut “Mai Mari Da Asthan”, peristirahatan terakhir bunda Maria.

Di bagian wilayah tua pusat kota Srinagar yaitu Distrik Khanyar terdapat makam Jesus yang disebut “Rauza-bal” atau “Roza-bal”, makam sang Nabi. Disini ada prasasti yang menyatakan bahwa Yuz Asaf (Isa atau Jesus) datang ke Kashmir puluhan abad silam dan mengabdikan diri pada pencarian kebenaran. Pada batu nisannya tercetak tanda salib, rosary dan dua telapak kakinya yang jelas-jelas menunjukkan bekas-bekas luka disalib.

Makam Jesus (Roza-bal) ini di-bangun oleh muridnya yaitu Thomas sesuai perintah Jesus sebelum wafat. Dimakam ini jenasah Jesus dibaringkan dengan kedua kaki mengarah ke ke barat dan kepala mengarah ke timur sesuai dengan adat orang Yahudi.

Thomas sendiri, sang murid, sesuai perintah Jesus, menyebarkan ajaran sang Nabi di India. Thomas membangun gereja di Malabar, India selatan dan terus ke Mylapur dekat Madras. Dan disini sampai sekarang ada bukit bernama bukit Thomas.

Berkut adalah foto-foto Roza-bal, makam sang Nabi, Jesus.



Kitab Persia kuno “Negaris Tam- i Kashmir” menceritrakan bahwa Raja Shalivahana (=Shalevahin) berkata kepada Jesus bahwa jikalau Jesus perlu wanita pendamping (istri) untuk merawat dirinya, beliau siap mencarikan. Dan Jesus setuju. Dikatakan bahwa Jesus kemudian menikah dengan Maria (Maria Magdalena?) dan darinya Jesus memiliki beberapa putra.

Salah satu keturunan Jesus adalah Sahibzada Basharat Salim. Dia menyatakan dengan sangat hati-hati berdasarkan silsilah tertulis leluhurnya yang panjang bahwa Yuz Asaf (Isa atau Jesus) adalah leluhurnya. Salim berprofesi sebagai photographer.



Gelar “Kristus” yang ditambahkan dibelakang nama Jesus diperoleh setelah ia datang dari India. Kata ini berasal dari kata “Krishna” yang diucapkan oleh orang-orang Benggali menjadi “Kristo”, lalu berubah menjadi “Kristus”.

Penyair istana Raja Akbar menyebut Jesus sebagai “Aikinam i to Yuz O Kristo, anda yang di panggil dengan nama Yuz atau Kristo”.

Gereja berpegang teguh pada doktrin Paulus, “Jesus mati di salib, terus bangkit dan kemudian naik ke langit (sorga) dan duduk di sisi kanan Tuhan”. Sementara itu, penyelidikan para sarjana terhadap “Kafan Turin” menyatakan bahwa Jesus tidak mati disalib. Menanggapi beda pendapat ini, pada tanggal 30 Juni 1960 Paus John XXII mengeluarkan maklumat berjudul “Keselamatan sempurna tubuh Jesus Kristus”, bahwa keselamatan sempurna umat manusia adalah akibat langsung dari darah Jesus Kristus. Akibatnya, kematiannya dianggap tidak penting.

SUMBER : http://padmayoni.blogspot.com

Garudayasa

Garudayasa